Nasib Konsumen yang Tak Dapat Unit di Pekan Terakhir Diskon 0 Persen

0
14
Ilustrasi Daihatsu Terios(Dok. ADM)

Jakarta – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengakui adanya relaksasi PPnBM 0 persen memberikan dampak positif mendongkrak penjualan. Namun di lain sisi, imbas permintaan yang tinggi dan adanya kendala akibat kebijakan Covid-19, terjadi inden panjang pada jajaran produknya. Mirisnya, akhir Agustus ini menjadi penerapan terakhir diskon 100 persen. Karena di September 2021, kebijakan PPnBM akan berubah menjadi 25 persen.

Lantas bagaimana nasib konsumen Daihatsu yang sudah memesan namun belum mendapatkan unitnya ? apakah bisa tetap dengan harga relaksasi diskon 100 persen, atau mengikuti kenaikan harga baru.

Menjawab hal ini, Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) mengatakan, konsumen yang belum mendapatkan unit di bulan ini otomatis mengikuti penerapan PPnBM 25 persen.

“Kalau konsumen yang memesan Agustus tapi unitnya baru terima unit di bulan September atau ke depannya, maka hanya dapat menikmati relaksasi PPnBM yang 25 persen,” ucap Hendrayadi kepada Kompas.com, Sabtu (21/8/2021). Dengan demikian, artinya konsumen yang telah memesan kendaraan dengan diskon PPnBM 100 persen sebelumnya, harus menambah dana lagi lantaran adanya kenaikan harga mobil mengikuti skema diskon yang menjadi 25 persen.

Seperti diketahui, dari lima produk Daihatsu yang menikmati relaksasi, ada dua model yang mengalami penumpukan pemesanan, yakni Terios dan Xenia. Bahkan inden untuk Terios di luar kota, diklaim sampai lima bulan. Sedangkan untuk Rocky yang menjadi pemain barunya, justru bisa dipesan tanpa konsumen harus menunggu. “Terios dan Xenia, keduanya model tersebut indennya rata-rata bisa sekitar dua sampai tiga bulan. Sementara untuk Rocky available saa ini unitnya,” ujar Hendrayadi. Sebenarnya tak hanya Daihatsu saja, dua sport utility vehicle keluaran PT Honda Prospect Morot (HPM), yakni HR-V dan CR-V, juga mengalami inden panjang.

Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM mengatakan, inden untuk kedua model tersebut terjadi akibat kurangnya suku cadang imbas pandemi Covid-19. “Untuk distribusi penjaringan sebetulnya kami masih punya inden cukup banyak, CR-V dan HR-V itu sampai dua bulan ke depan permintaannya,” ujar Billy beberapa waktu lalu. . Ini jadi PR besar kami, ada keterbatasan parts, tapi kita harus memproduksi semaksimal mungkin agar konsumen dapat kendaraan secepat-cepatnya,” katanya.

Senada dengan Daihatsu, Billy juga mengatakan bagi konsumen yang hingga akhir Agustus tak mendapatkan unit yang dipesan, otomatis harga akan lebih mahal mengikuti perubahan kebijakan PPnBM

“PPnBM itu bukan dari booking, tapi wholesales, karena pajak itu di berdasarkan wholesales. Karena itu, kami harap pemerintah bisa memberikan extension lagi, karena untuk HR-V dan CR-V indennya sudah sangat panjang,” ujar Billy.

Sumber : Kompas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here