AHC 01, Mobil Listrik Buatan Pemuda di Banyumas yang Bisa Melaju hingga 80 Km Per Jam

0
146

Sejumlah pemuda di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengembangkan mobil listrik. Prototipe mobil listrik yang diberi nama AHC 01 ini telah memasuki tahap uji coba dengan menempuh jarak sekitar 70 kilometer. Mobil itu diklaim dapat melaju hingga 80 kilometer per jam.

Mobil tersebut juga telah dicoba secara langsung oleh Bupati Banyumas Achmad Husein di jalan sekitar Alun-alun Purwokerto pada Selasa (15/6/2020). Inisiator pembuat mobil listrik AHC 01, Johanes, mengaku termotivasi untuk mengembangkan mobil listrik setelah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55/2019 tentang Percepatan Progam Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. “Intinya saya ingin membantu pemuda di sini agar mereka bisa mandiri. Pembuatan mobil listrik ini melibatkan empat orang,” kata Om Jo, sapaannya, saat ditemui di rumahnya sekaligus workshop, Rabu (17/6/2020). Sejak Agustus 2019, Om Jo bersama tiga rekannya melakukan riset dan pembuatan mobil listrik di teras rumahnya.

Om Jo menjelaskan, mobil listrik tersebut menggunakan enam aki kering, masing-masing bertegangan 12 volt. “Sistemnya sederhana sekali, intinya listrik dari aki diubah dan dikontrol dengan kontroler yang sudah di-custom, alatnya banyak, di Purwokerto juga ada, kemudian menggerakkan motor,” ujar Om Jo.   Menurut Om Jo, mobil tersebut dapat menempuh jarak antara 110 hingga 120 kilometer dengan kecepatan standar. Adapun untuk mengisi daya hingga penuh memerlukan waktu sekitar enam jam. Mobil berkapasitas dua orang ini dilengkapi dengan dua percepatan dan satu gigi mundur. Secara keseluruhan, mobil tersebut memiliki bobot sekitar 300 kilogram.

Baca Juga : Hanya Ada 100 Unit, Nissan Livina Sporty Package Dijual Rp 265,4 Juta

Lantas berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat mobil listrik tersebut. “Mungkin sudah habis hampir Rp 100 juta, karena trial and error. Kalau sekarang untuk biaya produksi mungkin sekitar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta,” kata Om Jo. Om Jo mengaku mempelajari cara kerja mobil listrik secara otodidak. Pasalnya, Om Jo bersama ketiga rekannya tidak ada yang memiliki latar belakang di bidang otomotif. Yanuardi Dwi Saputro, salah seorang yang terlibat dalam pembuatan mobil listrik ini, mengaku awalnya sempat mendapat cibiran dari orang-orang sekitar. “Ada saja yang merendahkan, katanya siapa yang mau beli? Padahal, mobil listrik ini kan mobil masa depan. Saya bermimpi nantinya dapat mempekerjakan orang-orang lokal sini,” kata Yanuardi.

Hal senada disampaikan Andri Wijanarko. Dia mulai aktif terlibat dalam pembuatan mobil listrik sejak beberapa bulan terakhir setelah usahanya gulung tikar akibat pandemi virus corona (Covid-19). “Usaha tutup, terus Om Jo ngajak gabung ke sini. Saya tadinya tidak tahu apa-apa tentang otomotif, begitu gabung di tim ini jadi tahu,” ujar Andri. Semangat mereka pun membuahkan hasil. Kini mereka tengah menyelesaikan karya kedua. Mobil listrik kedua itu merupakan pesanan dari seseorang.

Sumber : Kompas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here